PACAR ???? Menurut Remaja sekarang baru menyandang status Pacar tetapi kebanyakan memaknai sepasang suami istri padahal mereka hanya mempunyai ikatan sebuah janji manis dan rayuan cantik dari mulut2 sampah yang kurang menikmati sentuhan dari bangku sekolah. Haha :D
Nah, ini diambil dari kisah nyata loh, bagi sejoli yang pacarannya sudah mengalahkan Sepasang Suami-Istri dan sudah kelewat batas udah deh lebih baik ditahan dulu nafsunya. Apalagi kalo sudah kejebolan gawang dan para cowok2 kece yang tidak mau bertanggung jawab dan endingnya : KasihDuit berapapun yang lo minta - Cari Dukun Bayi - Gagal - Cari Obat Tradisional - Gagal - Cari Obat yang harnya ratusan bahkan jutaan - ???
Siapa yang bakal menderita ? Siapa yang akan Rugi ? Siapa yang akan menanggung Dosa Besar ?
Hanya untuk kesenangan semata dan itu akan merusak segalanya. Fikirkan masa depan masih panjang, kalian kebanggaan orang tua kalian. Eh eh satu lagi.. fikirin dehh kalo pas temen SD, temen SMP, temen SMK/SMA bahkan temen TK lo ngadain Temu Kangen Alumni nah tuh kan temen2 lo pada ngobrolin bisnis, wirausahanya, pendidikan dan karir suksesnya. Dan waktu mereka tanya, Lo gimana ? Gue jadi ibu rumah tangga, suami gue ya begitulah, sambil mbopong dua anak lo. Ya Allah Naudzubillah... Jangan sampai yaaaa.. Amit2 pokoknya gan.
Coba deh kalian renungin lagi bener2 kalo lo pacaran versi Sepasang suami-Istri dan sampai ada kata MBA disitu, kasiaaaan gan janin yang tanpa dosa itu. Nih, coba hayati, fikir perasaan mereka setiap bulan perkembangan janin yang ada dalam dalam diri para calon Ibu seperti kita..
Bulan 1 : Bu, panjangku itu cuma 2CM, tapi aku sdh punya badan bu.. Aku
sayang ibu, bunyi detak jantung ibu jadi musik terindah yg menemaniku
disini..
Bulan 2 : Bu, aku udah bisa ngisep jari imutku lho..
disini hangat.. nanti kalau aku sudah lahir kedunia ibu janji ya mau
main sama aku..
Bulan 3 : Bu, meskipun aku belum tau jenis kelaminku, tapi
apapun aku, aku harap ibu & ayah bahagia kelak ketika aku lahir
kedunia. Jangan nangis ya bu..? Kalau ibu nangis aku juga ikut nangis
disini..
Bulan 4 : Bu, rambutku sudah mulai tumbuh lho.. ini
jadi mainan baruku, aku bisa menggerakkan kepalaku putar kiri dan putar
kanan..
Bulan 5 : Bu, ibu tadi ke dokter ya? Dokter bilang apa bu? Apa itu ABORSI bu? Aku gak diapa-apain kan bu..?
Bulan 6 : Ibu datang kedokter lagi ya? Bu, tolong kasih tau dokter itu,
kalau aku disini baik baik aja, tapi kok dokter itu mulai memasukkan
benda tajam? Benda tajam itu mulai memotong rambutku bu, tolong... aku
takuut... Benda tajam itu mulai memotong kakiku, sakiiitt bu... Tapi
meskipun aku tdk punya kaki, aku masih punya tangan yg bs memeluk ibu..
Bu benda itu skrg mulai memotong tanganku, ibu tolong akuu... Aku janji
gak akan nakal bu, tapi meskipun aku tdk punya tangan & kaki aku
masih punya mata & telinga utk melihat senyum ibu & mendengar
suara ibu tapi.. benda itu skrg sdh mulai memotong leherku, ibu ampun
bu... beri aku kesempatan utk hidup, aku syg ibu aku pengen peluk ibu..
Bulan 7 : Bu, aku disini baik-baik aja. Aku sdh bersama orang-orang
soleh disyurga. Allah mengembalikan organ tubuhku yg dipotong benda
tajam itu. Allah memelukku menggendongku dgn lembut dan Allah
membisikkan tentang apa itu aborsi. Knp ibu tega melakukan itu? Knp ibu
gak mau menerima aku? Apa salah aku bu..??
Naudzubillah..
Pacaran itu boleh
boleh boleh bingittts keles *alay* Gue juga gamau jadi cewek muna yang
mosting blog gak sesuai dengan kenyataan gue dimana gue anti pacaran :D
Gue punya pacar kok namanya FajarI dan gue sayang bingitts sama dia :*
ilysm :* ({})
Yaaaah jadi curcol :D balik topik balik topik (y) Pacaran
itu boleh boleh boleh bingittts keles *alay* Tapi inget kita harus
punya dan wajib sedia yang namanya Rem Cakram, harus tau batesan2nyaa biar para makhluk2 kece yang jadi orang ketiga gabisa apa2.. Eh inget juga yaa kuatkan Iman dengan sholat, istighfar pokoknya hal positif deh biar gaterjadi hal yang tidak diinginkan :)
OK ;)
Kamis, 06 Maret 2014
Kamis, 27 Februari 2014
BERSYUKUR SETIAP SAAT
Dari
begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai turun ke lantai bawah, sudah
berapa kali saya mengucapkan terim a kasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima
kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari ? Berapa kali saya berterima kasih dan
bersyukur di dalam hati? Berapa kali yang saya ucapkan dengan lantang bersuara
dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena
tidak saya hitung.
Tidak
praktis kedengarannya? Kok ya aneh mengucapkan terima kasih sampai puluhan kali
dalam satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabannya mudah saja: dengan
berterimakasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari segala
sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin positif
dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam kelam dan
ada hitam setitik di dalam putih bersih.
Dengan
selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita mencetak keyakinan (believe) bahwa
memang benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita didasari
oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personifikasi dari sukses. Lantas, sampai kapan perlu
mengucapkan terima kasih dan bersyukur berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang
hayat.
Ah, tidak praktis,
mungkin ada yang berpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini tidak mengajarkan
untuk sukses dalam sealam, namun dengan mengubah mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering
menjadi atribut orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus
sungai.
Berterima kasih dan
bersyukur toh tidak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun. Intinya
hanya satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah dir. Jangan pikirkan “Pahal”
yang anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pula mengharap nasib akan
berubah dalam sekejap. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang
lain tanpa ada rasa keterpakasaan dan rasa canggung saja sudah merupakan
jembatan kita ke dalam hati orang itu.
“Terima kasih” tidak akan pernah
ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut dengan senyum lebar dan hati
yang sedikit lebih lembut dari pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit
yang bisa membantu kita semua dalam memproyeksikan diri yang sukses ke luar. Jadi, jika ada keragu-raguan dan
ke-engganan untuk berterima kasih dan bersyukur dalam skala dan frekuensi luar
biasa, maka sebaiknya Anda urungkan niat Anda untuk menjadi personifikasi dari
sukses itu sendiri. Amin...
Minggu, 09 Februari 2014
Pelangi Disenjaku (ˆ⌣ˆʃƪ)
Suasana dipantai benar – benar membuatku merasa
nyaman , angin sepoi yang kurasakan dan derai ombak yang seakan menjadi
nyanyian alam selalu jadi taman disetiap senjaku sama sepertiku .Sebut saja namaku Senja Anggraeni, 16 tahun kini usiaku.
Aku tinggal dengan kakak terhebatku, panggil saja Kak Dina. Dialah yang selama ini menjagaku, membimbingku, dan menceritakan segala
hal indah pelangi yang selama ini menjadi mimpiku untuk bisa melihat langsung keindahan ciptaan
Tuhan itu.
Senja adalah gadis buta sejak lahir, memang nasibnya tidak
sebaik kita. Saat usia 4 tahun
ibunya meninggal dunia. Saat senja berusia enam tahun ayahnya menikah lagi dan
saat itu ayahnya tak pernah terlihat lagi sampai sekarang, dia hanya tinggal
bersama kakaknya saja.Senja gadis yang baik dan ramah meski dia tidak sempurna
seperti gadis yang lain. Namun kecantikan hati Senja mengalahkan semuanya.
Meski dia buta tapi dia tidak pernah mengeluh
ataupun menyesali keadaannya. Dia selalu berdoa dosetiap waktu agar Tuhan memberikan
hidayah-Nya kepada Senja untuk bisa melihat.
***
Saat Senja berjalan-jalan sore hari tiba-tiba dia menyandung batu yang ada di depanya
sehingga dia terjatuh. Kemudian datanglah seorang anak laki-laki membantu Senja
untuk berdiri. Dilepaskanya tangan laki-laki itu yang sebelumnya memegang tangan senja.
“Maaf, siapa kamu?” tanya senja kepada anak
laki-laki itu.
“Namaku Rangga, maaf bukan maksud aku tadi untuk
memegang tangan kamu. Aku hanya ingin membantumu berdiri !”. Jawab Rangga, dan
di ajaknya Senja untuk bersalaman. Namun karena Senja tidak dapat melihat,
Senja pun tak tau kalau Rangga mengulurkan tangannya.
“Emm... tak apa, aku malah berterima kasih
kepadamu. Karena telah menolongku. ” Senja tersenyum manis pada Rangga. Rangga
yang tidak tahupun heran mengapa Senja berkata dan tersenyum tapi tidak
menghadap dirinya.
“Apa kau bisa melihatku ? “ tanya Rangga bingung .
“Maaf, aku tidak bisa melihat. Kamu ada disebelah
manaku ?”Jawab
Senja.
“Aku disebelah kananmu, kamu jalan – jalan sendiri
atau dengan temanmu ? ” Balas Rangga .
“Aku sendiri saja, aku sudah terbiasa berjalan –
jalan sendiri. Tapi biasanya aku ditemani kakakku .” Kata Senja yang selalu
ditemani dengan senyum manisnya .
“ Lalu kakakmu ?” , Tanya Rangga.
“ Kakakku sedang ada
keperluan di rumah, jadi tak bisa menemaniku untuk jalan – jalan .”
Kamu tinggal dimana ? Ohh ya.. siapa nama kamu ?”
tanya Rangga .
“Aku Senja ! Rumahku disebelah taman ini,di jalan
Mawar”. Jawab Senja dengan ramah, “Aku pulang dulu ya, sepertinya kakakku akan
mencariku bila aku pergi terlalu lama.” Senja berpamitan kepada Rangga dengan
tergesa – gesa.
“Aku akan mengantarmu jika kau mau”. Rangga
menawarkan ajakanya.
“Tidak , terima
kasih”. Jawab Senja dan langsung pergi.
“ Benar kamu tidak mau aku
antar ?” Rayu Rangga kembali .
“Tidak Rangga , aku sudah
terbiasa pulang sendiri . Lagipula aku sudah hafal jalan menuju rumahku .”
“ Baiklah Senja ! Hati –
hati yaa , sampai bertemu kembali .”
“ Iya Rangga .”
Senja pun akhirnya pulang
sendiri dan meninggalkan Rangga yang masih duduk termenung ditempat itu .
Tok ..tokk..tokk..tokk ..
Terdengar bunyi ketukan
pintu sebuah rumah , tiba – tiba seseorang yang tak lain adalah Kak Dina
membuka pintu itu ,
“Senja .” ,Panggil Kak Dina
.
“Iya kak ,” Jawab Senja.
Setelah membuka pintu , Senja digandeng masuk kedalam rumah .Lalu Kak Dina bertanya kepada Senja,
“Senja, Dari mana saja
dari tadi mengapa berjalan-jalan lama sekali tidak
seperti biasanya
? ” Tanya Kak Dina.
Senjapun bilang kepada kakaknya , “Senja hanya berjalan ditaman Kak .”
“Lantas kenapa lama sekali
? Apa Senja tadi tersesat dijalan dan lupa jalan pulang ?”
“Tidak Kak Dina , Senja
tidak pernah lupa jalan pulang ke rumah dan Senja juga tidak tersesat tapi
Senja bertemu dengan seorang
laki-laki yang bernama Rangga.”Jawab Senja dengan
meyakinkan Kak Dina.
“Rangga ?? Apakah dia teman
lamamu ? Diaman tinggalnya Senja ? ” , Tanya Kak Dina.
“Iyaa Kak , Rangga ! Rangga
adalah teman baruku. Senja
tak sempat tanya kepada laki-laki itu dimana tempat tinggal laki-laki itu.”
“ Sudahlah senja , kalian
pasti akan bertemu kembali nanti.”
“Iya kak.”
***
Karena hari mulai malam dan jam sudah menunjukkan
pukul sembilan malam. Kak Dina menyuruh Senja untuk segera tidur.
“Selamat malam Senja ,tidur
yang nyeyak .Mimpi indah yaa adikku.” Seperti biasanya, setiap Senja akan tidur Kak Dina selalu mengecup
kening Senja dan memakaikan selimut untuk adiknya.
“Selamat malam juga Kakak.”
Balas Senja.
Kak Dina pun pergi keluar
dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat .
***
Pagi pun tiba,
Hari ini sangat cerah sekali, Kak Dina pun berpamitan kepada senja untuk pergi bekerja.
Senja pun mengantar kakaknya kedepan rumah.
Sesaat setelah kepergian
Kak Dina , tiba-tiba ketika
senja berbalik badan ada suara yang memanggilnya.
“Senja... disini ternyata rumahmu”. Ternyata itu
suara Rangga yang memanggil Senja.
“Siapa itu?”. Tanya Senja sedikit takut karena
tidak pernah mendengar suara itu meskipun pernah itu hanya sekali dan tidak
terlalu lama.
“Aku Rangga, yang kemarin malam menolongmu saat
kamu terjatuh.”
“Ohh Rangga, dari mana kamu?
Kok bisa lewat depan rumahku?” ,Kepo Senja kepada lelaki yang baru dikenalnya itu .
“Sebenarnya tadi aku hanya ingin jogging saja, eee
ternyata ketemu kamu disini dan kebetulan juga disini ternyata rumahmu Senja”. Jawab Rangga.
“Hmm..Iyaa Rangga kebetulan
sekali memang . Ayo mampir dulu.” Ajak Senja.
“Baiklah kalau memang boleh
.” Jawab Rangga dengan sedikit tertawa lepas.
“Iyaa Rangga.”
“Ehh Senja mungkin ini
bukan kebetulan tapi kesengajaan Tuhan mempertemukan kembali kita .” Modus
Rangga .
Senja pun hanya tersenyum.
Mereka berbincang – bincang
cukup lama , hingga sampai Rangga pamit pulang kepadA Senja.
“Senja , aku balik dulu yaa
.” Pamit Rangga.
“Iya Rangga.”
“Kapan – kapan kalau ada
waktu aku mampir kesini lagi boleh kan ?”
“Tentu saja , pintu rumahku
selalu terbuka untuk siapapun .”
“Haha.. Untukku juga kan
Senja .”
“Tentu .”
“Baiklah Senja pasti aku
akan sering main ke rumahmu , sekarang udah siang aku pamit pulang dulu yaa .”
“Iya , hati – hati ya
Rangga .”
Setelah berpamitan Rangga
pun meninggalkan rumah Senja .
***
Sejak saat itu Rangga
sering ke rumah Senja , ngobrol dan berbagi pendapat dengannya. Akhirnya merekapun menjadi seorang sahabat. Mereka
sering jalan bersama bila Rangga pulang dari sekolah.
Hari ini hari selasa biasanya setiap hari Senin , Rabu sampai Minggu Rangga selalu banyak kegiatan di sekolah. Mengingat dia ada janji kepada Senja untuk menemaninya melihat matahari terbenam disebelah Barat,
Rangga pun bergegas pulang saat bel pulang dibunyikan. Sampai dirumah senja
Rangga mengetuk pintu rumah Senja.
“Tok..tokk..tokk..”
“Senja.. senja.. kau ada didalam kan ?”
“Iya Rangga aku di dalam,Sebentar.” Jawab Senja
dengan nada tegesa – gesa.
“Ayo kita segera pergi Senja”.
Ajak Rangga.
“Iya Rangga, Sebentar lagi aku keluar”.
Rangga memang sahabat yang baik, setiap dia
berjanji kepada Senja dia selalu ingat. Meski sesibuk apapun dia, dia
selalu menyempatkan waktunya untuk memenuhi janjinya itu.
Bukan hanya itu ,
Rangga juga anak yang baik, meskipun
dia adalah anak tunggal. Orang
tuanya sangat menyayanginya, apa yang di inginkan Rangga selalu di turuti oleh
ke-dua Orang tuanya. Tapi sayangnya nasib Rangga sama
seperti Senja. Dia mempunyai penyakit Leukimia
dan kata dokter umur Rangga tidak lama
lagi.
“Ayo kita pergi Rangga ! ”
Ajak Senja.
“Let’s Go ! ”
Mereka berdua pun brangkat
.Tak lama kemudian , mereka tiba di
taman .
Iya meamang sangat dekat jaraknya antara rumah Senja dengan taman itu.Mereka
pun mengambil tempat duduk yang nyaman dan duduk bersebelahan.
Sembari menikmati semilir
angin di sore hari , suasana menjadi hening sejenak .Akhirnya Rangga bertanya kepada Senja dan memulai perbincangan.
“Senja.” ,Panggil Rangga sambil memegang tangan Senja .
“Iya Rangga.” , Balas Senja
dengan senyum manisnya yang tak pernah tertinggal itu.
“Mengapa kamu suka sekali pergi ketempat ini untuk
melihat matahari terbenam dan melihat pelangi yang muncul setelah hujan ?” ,Tanya Rangga.
“Aku sangat ingin suatu saat aku bisa melihat
ciptaan Tuhan yang kata orang-orang sangat indah dan menakjubkan itu”. Jawab
senja dengan senyum manis di bibir tipisnya.
“Aku berjanji Senja , suatu
saat aku
akan membuatmu bisa melihat
dunia ini, agar kamu mempunyai kebahagiaan yang lengkap seperti yang lainnya”.
“Caranya ?” Tanya Senja
“Dengan cara apapun asal
kamu bisa melihat matahari terbenam , pelangi yang muncul setelah hujan dan
melihat indahnya dunia.” Jelas Rangga.
“Sudahlah Rangga aku sudah
bahagia dengan keadaan ku yang sekarang aku sudah mensyukuri kekuranganku , aku
memang ingin bisa melihat dunia dengan kedua mataku tetapi aku tak mau larut
dengan semua mimpiku itu .”
“Senja , dengerin aku !
Akan mewujudkan semua mimpi kamu itu menjadi kenyataan , suatu saat nanti
Senja. Percayalah !” Kembali Rangga meyakinkan Senja.
“Iya aku percaya , Rangga.”
Rangga hanya membalas ucapan
Senja dengan sebuah senyuman .
Tak beberapa lama kemudian
, Matahari pun terbenam dari ufuk Barat . Dua sejoli itu menikmati sunset yang
indah seperti layaknya orang pacaran.
Hari sudah mulai gelap ,
sinar mentari pun sudah berganti menjadi cahaya rembulan . Mereka pun bergegas
untuk segera pulang . Rangga mengantar Senja sampai Senja masuk ke rumahnya dan
langsung berpamitan untuk segera kembali pulang ke rumah.
***
Suatu
hari penyakit
Leukimia yang diderita Rangga kambuh dan keadaan Rangga semakin parah. Akhirnya tanpa berfikir panjang Orang tua Rangga membawanya ke rumah sakit.
Saat Rangga berada di ruang ICU , Rangga menyampaikan pesan terakhir kepada kedua Orang tuanya.
“Mama .. Papa ..” Panggil
Rangga kepada kedua orang tuanya dengan nada melemah.
“Iya sayang .” jawab
mamanya .
“Iya anakku , apa kamu
ingin sesuatu ?” Tambah Papa Rangga ,
“Tidak pa , Aku tidak ingin
apa – apa, apabila sewaktu-waktu
aku dipanggil oleh Tuhan, aku ingin kedua mataku
untuk didonorkan ke Senja sahabatku .”
“Tapi nak , percayalah sama
mama ! Kamu pasti sembuh dan
kedua Orang tuanya pun mengiyakan keinginan Rangga.
Akhirnya Orang tua Rangga mencari Senja dan
mengajak Senja untuk kerumah sakit menengok Rangga yang keadaanya semakin
parah.
“Kau tak apa Rangga?” Tanya Senja dengan nada yang
menunjukkan kekhawatirtanya kepada sahabat terbaiknya itu.
“Aku tak apa-apa Senja, kali ini aku akan memenuhi
janjiku kepadamu agar kamu bisa melihat dunia ini supaya kamu bisa melihat
pelangi seperti dengan apa yang kamu inginkan!”
Setelah Rangga menyampaikan pesanya kepada Senja
Rangga pun menghembuskan nafas terakhirnya. Akhirnya setelah Rangga meninggal,
kedua matanya di donorkan kepada senja. Dan Orang tua Rangga mengangkat Senja
untuk menjadi anak mereka menggantikan Rangga yang telah meninggal.
END
Jumat, 07 Februari 2014
Teknologi ke Budaya Tradisional ?
Penjelasan
makna kebudayaan tradisional, penggunaan teknologi dalam penyebaran budaya, dan
efek dari teknologi dengan budaya tradisional.
Sebelum
kita ke topic utama akan lebih baik jika kita mengerti arti dari Budaya Tradisional
terlebih dahulu.Budaya tradisional adalah kebiasaan, peran kehidupan, atau
folkways yang diciptakan oleh nenek moyang kita, yang dihasilkan dari satu
generasi ke generasi berikutnya secara lisan, dan terintegrasi kuat di
masyarakat setempat. Secara umum, tradisi lokal selalu ditaati oleh masyarakat
setempat tanpa ada kekurangan. Contoh tradisi lokal adalah lagu-lagu lokal,
permainan, cerita rakyat, mitos, upacara, makanan, dan pakaian.
Hal
yang unik adalah, karena integrasi yang kuat dari budaya, biasanya orang-orang
tua tidak dapat menerima tradisi baru lainnya dari luar, meskipun tradisi baru
yang lebih baik dan lebih rasional dari tradisi mereka. Alasan dari fenomena
ini adalah karena tradisi lama telah dilakukan oleh orang-orang selama bertahun-tahun.
Bila kebiasaan ini dilakukan selama beberapa tahun, itu akan mengubah pikiran
orang. Mereka akan berpikir bahwa kebiasaan adalah benar dan baik, meskipun
orang lain mungkin berpikir kebiasaan mereka adalah bodoh. Jika kebiasaan yang
terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya, kita dapat
mengatakan bahwa kebiasaan itu telah berubah menjadi tradisi.
Kita
dapat menemukan fenomena ini di sebuah desa dengan mudah, dan akan lebih mudah
jika kita mencarinya di daerah terbelakang. Tapi, fenomena ini tidak lebih ada
di kota di mana orang telah terlena dengan globalisasi di era global.
Orang-orang di sini bisa berpikir lebih rasional, dan hal itu menyebabkan
beberapa tradisi punah. Kemudian, dengan pengaruh budaya Barat, tradisi lebih
lokal hilang, dan beberapa nilai-nilai lokal berubah. Mengapa budaya barat
dapat mempengaruhi negara kita? Alasan utama adalah karena orang-orang kita
memiliki pikiran internal yang budaya barat lebih baik dari kita, lebih
menarik, dan sebagainya. Tradisi mereka dapat menyebar dengan mudah di negara
kita terutama karena penggunaan teknologi.
Teknologi
dapat digunakan untuk menyebarkan tradisi ke tempat lain. Bentuk utama dari
teknologi yang digunakan secara luas adalah internet. Dengan internet, kita
bisa berbagi tradisi kami untuk dunia dan kami juga dapat mengetahui dan
menerapkan tradisi dari tempat lain. Hal ini dapat memperkaya tradisi lokal.
Tapi, ini juga dapat merusak tradisi lokal jika kita menggunakan internet dan
teknologi lainnya tidak bijaksana. Penggunaan teknologi selalu memiliki
kelebihan dan kekurangan. Dengan teknologi itu, penyebaran tradisi bisa lebih
cepat. Kita juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut untuk diterapkan pada
tradisi kita. Namun, penggunaan teknologi, terutama internet, bisa berubah,
memudar, dan menghancurkan tradisi lokal. Hal ini juga dapat menyebar beberapa
tradisi buruk untuk negara lain, seperti pornografi, kebiasaan mabuk, merokok,
dan banyak lainnya.
Untuk
mengurangi kelemahan ini, kita harus melindungi diri kita dari tradisi buruk.
Kita harus menggunakan kecerdasan dan akal sehat untuk mengurutkan dan
mengklasifikasikan tradisi yang baik dan tradisi yang buruk. Kemudian, kita
harus menerapkan dan menjaga tradisi yang baik, dan membuang tradisi buruk.
Bisakah
itu semua terjadi ? YAA BISA !! KITA BISA PASTI BISA YAKIN BISA Karna SMK KITA BISA
(y)
Langganan:
Postingan (Atom)